Detiknarasi Lampung Tengah – Harapan sepasang orang tua sederhana di Dusun 06 Kampung Gunung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, seolah bergantung pada kepedulian negara. Rusdi dan Ria Anita hanya ingin agar buah hati mereka bisa mendapatkan pengobatan yang layak agar tetap memiliki kesempatan hidup yang sehat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah melakukan kunjungan langsung ke kediaman Rusdi dan istrinya, Ria Anita, pada Kamis (22/1/2025). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas laporan Pemerintah Kampung Gunung Batin Baru yang masuk melalui Petugas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kecamatan Terusan Nunyai.
Anak kedua pasangan ini, Qayz Pratama, diketahui mengidap penyakit bocor jantung sejak usianya baru lima bulan. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, Qayz direkomendasikan untuk menjalani penanganan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Namun hingga kini, rujukan itu belum dapat terlaksana dikarenakan keterbatasan biaya yang menjadi kendala utama.
Biaya transportasi, kebutuhan hidup selama di Jakarta, hingga keperluan operasional lainnya membuat Rusdi dan Ria hanya bisa menyimpan harapan dalam doa untuk kesembuhan Buah hati mereka.
Foto : detiknarasi
Dalam kunjungan tersebut, Fani bersama satu rekannya mewakili Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah menyampaikan bahwa kedatangan mereka masih bersifat verifikasi lapangan untuk memastikan kebenaran laporan yang diterima.
“Kedatangan kami hari ini masih bersifat kunjungan, untuk memastikan apa yang menjadi laporan dari Petugas DTKS Kecamatan Terusan Nunyai,” ujar Fani saat berada di kediaman keluarga tersebut.
Lebih lanjut, Fani menegaskan pihaknya akan menyampaikan hasil kunjungan dan keluhan keluarga Qayz Pratama kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah maupun pihak terkait lainnya, agar dapat dicarikan solusi terbaik.
“Apa yang menjadi kendala dan harapan keluarga ini akan kami laporkan. Mudah-mudahan bisa ditemukan solusi yang baik agar Qayz bisa segera mendapatkan pengobatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ria Anita tak kuasa menahan kesedihannya saat menceritakan kondisi sang anak. Ia mengungkapkan bahwa sejak usia lima bulan, dokter sudah menyarankan rujukan ke Jakarta. Namun anjuran itu tak pernah terwujud karena keterbatasan ekonomi.
“Dokter sudah menganjurkan sejak awal, tapi kami benar-benar tidak punya biaya untuk transportasi dan kebutuhan selama di sana,” ungkap Ria dengan suara lirih.
Ria menambahkan, selama satu setengah tahun terakhir, mereka terus berupaya mengumpulkan dana seadanya. Namun kondisi Qayz justru semakin mengkhawatirkan. Fisik sang anak kian melemah dan membutuhkan penanganan medis segera.
Dalam kunjungan tersebut, Dinas Sosial turut didampingi Kepala Kampung Gunung Batin Baru, dua kader Posyandu, Sekretaris BPK Kampung, serta perwakilan DTKS Kecamatan Terusan Nunyai.
Di akhir kunjungan, Rusdi menyampaikan harapan besar sebagai seorang ayah. Ia berharap pemerintah, melalui Dinas Sosial, dapat membantu memfasilitasi keterbatasan yang mereka hadapi, baik berupa rumah singgah, bantuan biaya operasional, maupun kebutuhan selama proses pengobatan di Jakarta .
“Kami hanya berharap ada bantuan, terutama untuk biaya operasional selama pengobatan anak kami. Kami ingin anak kami bisa sembuh dan hidup sehat seperti anak-anak lainnya,” tutur Rusdi penuh harap.
Sisi lain, Joe pihak keluarga berharap agar kisah Qayz Pratama bukan sekadar data atau laporan administrasi. Menurut Joe, ini adalah potret nyata tentang bagaimana harapan hidup seorang anak kecil bergantung pada kehadiran negara dan kepedulian bersama.
“Kami menanti, sejauh mana penanganan Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah bergerak untuk menyelamatkan masa depan seorang anak yang tengah berjuang melawan sakitnya, ” Tutupnya.
















