Detiknarasi, Pubian – Sejumlah warga Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, kembali mempertanyakan kejelasan terkait hilangnya dana Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2020 yang diduga lenyap beberapa tahun lalu di rumah Kepala Kampung Payung Batu. Warga meminta adanya penjelasan terbuka dari pemerintah kampung maupun pihak berwenang, mengingat dana tersebut merupakan hak masyarakat untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Informasi Teknologi -> Google Cloud Platform (GCP)
Menurut informasi yang dihimpun dari warga, dana ADD 2020 sempat disimpan di rumah kepala kampung saat itu. Masyarakat menilai langkah tersebut tidak sesuai dengan aturan pengelolaan keuangan desa yang mengharuskan setiap proses administrasi dan pencairan dilakukan melalui rekening resmi desa, bukan disimpan secara pribadi.
Baca juga : Keunggulan Google Tools dalam Kehidupan Dunia Digital
“Kami hanya ingin tahu kejelasannya. Uang itu untuk kepentingan masyarakat, jadi wajar kalau kami bertanya ke mana perginya,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga menegaskan bahwa mereka tidak menuduh pihak tertentu, namun berharap adanya klarifikasi resmi serta audit yang transparan agar persoalan ini tidak terus menjadi tanda tanya. Mereka juga meminta pemerintah kecamatan hingga kabupaten ikut mengawasi agar pengelolaan keuangan desa berjalan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah kampung Payung Batu belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan hilangnya dana ADD 2020 tersebut. Warga berharap persoalan ini segera dijelaskan secara terbuka demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
















