Camat Terusan Nunyai Kunjungan ke Rumah Keluarga Balita Penderita Jantung Bocor

Detiknarasi Terusan Nunyai – Camat Terusan Nunyai bersama Kepala Puskesmas Unit Bandar Agung merespons cepat keluhan warga Kampung Gunung Batin Baru terkait kebutuhan biaya akomodasi dan transportasi pengobatan seorang balita bernama Qayz Pratama. Balita tersebut didiagnosis mengalami penyakit jantung bocor dan direkomendasikan dokter untuk menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Dalam kunjungannya, Camat Terusan Nunyai Andri Yulizar, S.E., M.H. mengaku terharu atas kondisi yang dialami warganya tersebut. Terlebih, pasien yang membutuhkan penanganan medis lanjutan merupakan seorang balita yang juga memiliki kelainan fisik.

Andri menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial guna mencarikan solusi terbaik bagi pasien dan keluarga selama menjalani masa pengobatan di Jakarta.

“Dalam hal ini saya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial untuk mencari solusi atas keluhan keluarga,” ujar Andri saat kunjungan, Senin (26/1/2026).
Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Bandar Agung Ns. Yunus, S.Kes. menyampaikan pihaknya juga akan berupaya membantu mencarikan solusi, khususnya terkait sarana transportasi rujukan medis.

Camat Terusan Nunyai (Andri Yulizar) bersama Rombongan dalam rangka kunjungan kerumah Keluarga Balita penderita Jantung Bocor di Kampung Gunung Batin Baru

“Kami akan berkoordinasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, termasuk terkait transportasi apakah menggunakan ambulans atau alternatif lain yang paling memungkinkan,” ungkap Yunus.
Dalam kunjungan tersebut, Camat Terusan Nunyai didampingi oleh Kepala Puskesmas Bandar Agung, Kasi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Terusan Nunyai, Petugas DTKS Kecamatan Terusan Nunyai, Tim Pendamping PKH, serta Bidan Desa setempat.

Pihak keluarga pasien pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh Camat Terusan Nunyai beserta rombongan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Camat Terusan Nunyai dan seluruh rombongan yang telah datang dan peduli terhadap kondisi kami,” ujar Rusdi, orang tua pasien.

Rusdi berharap kendala yang selama ini mereka hadapi dapat segera teratasi, mengingat rencana keberangkatan pengobatan anaknya ke Jakarta telah dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Kami berencana berangkat pada 9 Februari 2026, karena sudah lebih dari setahun dokter menyarankan operasi, namun kami masih terkendala biaya akomodasi,” keluhnya.

Ia pun berharap dengan adanya campur tangan pemerintah, keluarganya dapat memperoleh bantuan dan keringanan biaya selama masa pengobatan di Jakarta.
“Mudah-mudahan dengan bantuan pemerintah, beban kami selama mendampingi anak berobat bisa diringankan,” pungkas Rusdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *