Detiknarasi, SEPUTIHBANYAK – Polemik rusaknya jalan hotmix di Kampung Sanggar Buana (SB 17), Kecamatan Seputihbanyak, Kabupaten Lampung Tengah, kian menguat dan memasuki babak baru. Setelah warga mempertanyakan kualitas pekerjaan yang bersumber dari APBD Lampung Tengah, kini sorotan mengarah pada sikap pemerintah daerah yang dinilai memilih bungkam.
Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, hanya menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi yang disampaikan. Namun, ketika dimintai tanggapan lebih lanjut terkait dugaan amburadulnya kualitas pekerjaan hotmix yang belum genap sebulan namun sudah hancur tersebut, Plt Bupati tidak memberikan komentar apapun hingga berita ini diturunkan.
Sikap tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek yang diduga menelan anggaran negara itu kini disorot publik lantaran dinilai jauh dari asas kualitas dan transparansi.
Lebih jauh, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, pekerjaan hotmix di Kampung Sanggar Buana tersebut disebut-sebut merupakan proyek yang berada dalam lingkar kepemilikan Bupati Lampung Tengah saat ini. Informasi ini kian memperkeruh situasi, terlebih ketika yang bersangkutan juga tidak memberikan klarifikasi atau bantahan saat dimintai tanggapan oleh awak media.
Hingga kini, awak media belum mendapatkan penjelasan resmi terkait nilai anggaran proyek tersebut.
pihak rekanan pelaksana, spesifikasi teknis pekerjaan serta mekanisme pengawasan proyek dan alasan tidak dipasangkan papan informasi proyek pada lokasi pekerjaan tersebut.
Sementara itu ,Kasie Intel Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera sebelumnya pernah menyampaikan melalui salah satu whatsapp Group,yang mana Kasie Intel Kejari Lampung Tengah tersebut menegaskan bahwa keberadaan papan proyek merupakan kewajiban mutlak dalam setiap pekerjaan yang bersumber dari APBD sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
Di sisi lain, Warga menilai rusaknya jalan hotmix dalam waktu singkat bukan sekadar persoalan teknis, melainkan indikasi lemahnya pengawasan dan dugaan kuat adanya pengerjaan asal jadi.
“Kalau baru satu bulan sudah hancur, ini bukan lagi soal cuaca atau kendaraan berat. Ini soal kualitas dan tanggung jawab,” tegas salah satu warga setempat yang juga berada di lokasi pekerjaan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, baik Plt Bupati Lampung Tengah atapun pihak rekanan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan buruknya kualitas pekerjaan hotmix APBD di Kampung Sanggar Buana tersebut.
















