Detiknarasi , SEPUTIHBANYAK – Kualitas pekerjaan perbaikan jalan di Kampung Sanggar Buana (SB 17), Kecamatan Seputihbanyak, Kabupaten Lampung Tengah, menuai sorotan tajam dari warga. Jalan yang diperbaiki menggunakan metode hotmix dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Tengah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah meski belum genap satu bulan dikerjakan.
Pantauan di lokasi menunjukkan lapisan aspal sudah pecah, retak, bahkan hancur di sejumlah titik. Kondisi ini memicu dugaan kuat bahwa pekerjaan dilakukan tanpa standar kualitas yang memadai, baik dari sisi material maupun metode pengerjaan.
“Baru digelar, belum sampai satu bulan dibangun, sudah hancur seperti ini. Dari kasat mata saja terlihat kualitasnya sangat rendah,” ujar seorang warga setempat berinisial KS, Minggu (4/1/2026).

Ironisnya, warga mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran maupun pihak pelaksana proyek. KS bahkan menegaskan sejak awal pengerjaan tidak ditemukan papan informasi proyek sebagaimana diwajibkan dalam setiap kegiatan yang menggunakan anggaran negara.
“Tidak ada papan proyek. Kami tidak tahu ini anggarannya berapa, siapa rekanannya, dan siapa yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Padahal, lanjut KS, perbaikan jalan tersebut sempat menumbuhkan harapan besar bagi masyarakat yang selama bertahun-tahun mendambakan akses jalan layak.
“Kami sempat bangga dan berharap banyak. Tapi yang terjadi justru mengecewakan. Jalan belum lama diperbaiki sudah rusak lagi,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Warga pun mendesak instansi terkait, khususnya dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, untuk turun tangan dan mengambil langkah tegas. Mereka menilai pembiaran terhadap pekerjaan semacam ini hanya akan melanggengkan praktik pembangunan asal jadi dan merugikan masyarakat.
“Kalau dibiarkan, ini akan terus berulang. Kami ingin pembangunan yang benar-benar berkualitas, bukan sekadar menghabiskan anggaran,” tambah KS.
Sementara itu, upaya awak media untuk meminta tanggapan dari Kepala Kampung Sanggar Buana belum membuahkan hasil.
“Biasanya kalau jam segini Kepala Kampung lagi di sawah, Pak,” ujar Sekretaris Kampung Sanggar Buana saat ditemui di balai kampung, usai rapat Gapoktan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai kualitas pekerjaan, nilai anggaran, serta mekanisme pengawasan proyek APBD tersebut.
















