Media “Dibunuh Perlahan”: Penghapusan Anggaran Picu Perlawanan Jurnalis Lampung Tengah

Journalists with microphones and video cameras outdoors, closeup

Detiknarasi, LAMPUNG TENGAH –Sejumlah media masa di Lampung Tengah, siap beroposisi dengan eksekutif dan legislatif.

Pasalnya dua lembaga tersebut dengan sengaja menghapus anggaran publikasi media masa dari anggaran anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD), tahun anggaran 2026.

Sejumlah jurnalis menduga legislatif, atau DPRD Kabupaten Lampung Tengah, tidak mampu untuk menyampaikan keberatan atas salah satu poin penghapusan anggaran media masa pada di APBD murni yang disodorkan pihak eksekutif dalam Paripurna pengesahan beberapa waktu lalu.

Untuk itu media masa di Lamteng, yang tergabung dalam Lintas Media Massa, (LMM), bertugas dan berkarya di kabupaten Siwo Jurai, secara tegas menyampaikan pernyataan sikap keras, terbuka.

Agar kedua lembaga tersebut serta dapat meninjau ulang pengesahan APBD murni 2026.

Hal itu diungkapkan oleh Riky Wartawan Intai Lampung dan sejumlah jurnalis lainya.

Menurut mereka jika di APBD murni tahun anggaran 2026. Tidak ada anggaran untuk media masa, maka dengan sengaja dan sadar eksekutif dan legislatif mencampakkan awak media kedalam jurang kemiskinan.

“Ini kan membunuh kami awak media secara perlahan,” ujar ya kecewa.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hengki, Reston Nawawi dan Aswin kebijakan sepihak dewan dan Pemkab Lamteng menghilangkan anggaran media masa, sama dengan telah memberangus eksistensi media masa di Kabupaten Beguwai Jejamo Wawai.

“Akan kami lawan kedzaliman ini, ini diskriminasi yang tidak beradab,” tandas Aswin yang diaminkan oleh sejumlah awak media Senin (21/12/2025).

Kami tunggu etikat baiknya Pemkab Lamteng dan DPRD kata Aswin dan Riki, agar bisa meninjau ulang pengesahan APBD murni 2026 yang disahkan hanya dalam kurun waktu dua hari.

“Kami siap turun kejalan untuk memperjuangkan hak kami. Karena sama saya ini sudah membunuh kami secara perlahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *